Bagaimana prediksi ini dibuat
Sistem menggabungkan Prophet dan XGBoost dalam satu model hybrid untuk memproyeksikan harga beras menurut jenis, lalu membandingkannya secara terbuka dengan dua pembanding sederhana.
Riwayat Harga
Deret waktu bulanan harga satu jenis beras
Prediksi Prophet
Menangkap tren dan pola musiman tahunan dari riwayat harga
Hitung Residual
Residual = harga aktual − prediksi Prophet
XGBoost Koreksi Residual
Mengoreksi sisa galat dari pola riwayat harga (lag dan residual)
Prediksi Hybrid Final
Prediksi Prophet + koreksi residual XGBoost
- Harga beras DI Yogyakarta menurut jenis: Bawah I dan II, Medium I dan II, Super I dan II
- Rata-rata harian per bulan. Penelitian memakai Januari 2021 sampai Mei 2026, bulan baru ditambahkan otomatis setiap bulan
Model tunggal sering kurang optimal menangkap semua pola pada data ekonomi. Harga beras punya tren dan pola musiman, tetapi juga dipengaruhi cuaca dan kebijakan.
Arsitektur hybrid menggabungkan Prophet (tren dan pola musiman) dengan XGBoost (mengoreksi sisa galat Prophet dari pola riwayat harga). Keunggulannya diuji secara terbuka terhadap pembanding sederhana di bawah.
Prediksi lebih dari satu bulan memakai recursive multi-step forecasting: hasil bulan pertama menjadi masukan bulan berikutnya.
Pada pengujian, galat pada horizon yang lebih panjang secara umum lebih besar, seperti terlihat pada tabel pengujian di bawah. Karena itu satu bulan ke depan adalah horizon yang paling dapat dipertanggungjawabkan.
Model hanya memakai riwayat harga beras per jenis dan pola bulan dalam setahun. Pengguna tidak memasukkan faktor apa pun. Pada pengujian, menambahkan faktor eksternal seperti harga gabah, curah hujan, produksi padi, dan inflasi pangan tidak meningkatkan ketepatan prediksi harga bulan berikutnya, sehingga faktor tersebut tidak dipakai dan tidak ditampilkan.
- Prediksi adalah estimasi dari pola riwayat harga, bukan kepastian harga.
- Pada data pengujian, mempertahankan harga bulan ini lebih akurat daripada model hybrid.
- Hasil pengujian memakai 65 bulan (Januari 2021 sampai Mei 2026) dan satu wilayah, DI Yogyakarta. Bulan yang ditambahkan sesudahnya ikut memperbarui model tetapi tidak dihitung ulang dalam tabel pengujian.
- Keenam jenis beras bergerak serempak, sehingga hasil per jenis bukan bukti yang saling bebas.
- Kebijakan pemerintah, kondisi pasar, atau kejadian tak terduga dapat memengaruhi harga aktual.
| Model | 1 bulan | 3 bulan | 6 bulan | MAE 1 bulan (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| Harga bulan ini dipertahankan | 0,83% | 2,13% | 2,20% | Rp 122 |
| ARIMA(1,1,0) | 0,95% | 2,44% | 2,60% | Rp 138 |
| Prophet | 2,63% | 4,82% | 6,80% | Rp 375 |
| Hybrid (Prophet + XGBoost)Model sistem | 2,50% | 4,81% | 6,78% | Rp 357 |
Pada data ini, mempertahankan harga bulan ini dan ARIMA lebih akurat daripada model hybrid, dan galat hybrid pada horizon enam bulan jauh lebih besar daripada pada horizon satu bulan. Harga beras DIY sangat stabil: pada sebagian besar bulan, harganya tidak berubah dari bulan sebelumnya. Hasil ini diuji pada data lampau dan tidak menjamin harga di masa depan.